Bab 4
KEBUDAYAAN

A. Masyarakat dan kebudayaannya
Menurut Abu Ahmadi (2003), kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan , kesenian, moral / etika hukum, politik adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yang di dapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Masyarakat indonesia adalah masyarakat yang majemuk yaitu suatu masyarakat negara yang terdiri fari beberapa suku bangsa/ golongan sosial yang dipersatukan oleh kekuatan nasional yaitu yang berwujud negara kesatuan republik indonesia. Masyarakat yang majemuk tersebut dipersatukan oleh sistem nasional yang mengintegrasikan nya melalui jaring – jaring administrasi pemerintahan, politik, ekonomi dan sosial yang berpusat di kota kota.

1. Suku bangsa dan kebudayaannya
Kondisi geografis indonesia yang berupa kepulauan (+ 13000 buah pulau besar dan kecil), sejjumlah laut selat dan samudra mewujudkan lingkungan alam yang berbeda beda antara satu daerah dengan daerah yang lainnya. Perbedaan lingkungan alam menyebabkan timbulnya perbedaan / mempengaruhi ciri ciri jasmaniah penduduk di daerah masing masing sehingga penduduk indonesia mewujutkan ciri ciri fisik yang berbeda beda.
Daerah-daerah di indonesia yang tersebar luas terdiri dari sejumlah suku-suku bangsa yang dikenal pura dengan masyarakat daerah / suku-suku daerah.
Seperti suku aceh, suku batak, sukku minang, suku jawa, suku dayak, suku wamena dll. Tiap suku bangsa memiliki budayanya sendiri- sendiri, maka indinesia juga terdapat sistem-sistem budaya yang dipergunakan masing-masing suku bangsa.
Dalam kehidupan sehari-hari suku-suku bangsa itu menggunakan sistem budayaya sendiri yang terdiri dari seperangkat ilmu pengetahuan, kepercayaan, hukum adat istiadat, kesenian dan kebiasaan-kebiasaan lainnya. Sistem kebudayaan tersebut di taati oleh warga masyarakat. Sistem kebudayaan masyarakat adalah adat pengontrol nilai kehidupan masyarakat itu sendiri.

2. Agama
Tingkat lolerasi beragama di indonesia sudah cukup baik. Sebelum agama hindu budha masuk ke indonesia di nusantara ini sudah ada kepercayaan yang tumbuh yaitu animisme dan dinamisme kemudian masuklah agama hindu budha secara damai setelah itu masuklah agama islam yang kemudian agama kristen jg dengan cara damai. Demikian keadaab agama di indonesia yang sejak awal bisa hidup berdampingan dengan tingkat toleransi yang baik. Ini merupakan fakta sejarah yang tidak bisa di hapuskan hanya untuk kepentingan seuatu agama saja.

3. Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi karena itu indonesia yang begitu banyak daerah kewilayahannya dengan ciri khas kedaerahan masing masing memiliki bahasa suku / bahasa daerah. Ini merupakan khasanah budaya.
Kesadaran untuk menjadi bangsayang merdeka berdaulat dalam wadah NKRI, maka di tetapkan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional sekaligus menjadi alatkomunikasi bangsa indonesia untuk mewujutkan kesatuan dan persatuan.

B. Integrasi
Masalah besar yang dihadapi bangsa indonesia setelah merdeka adalah masalah integrasi di antara masyarakat yang majemuk.
Adapun hakikat integrasi itu bukan peleburan tapi keserasian persatuan masyarakat majemuk itu tetap pada kemajemukan nya masing masing mereka hidup serasi, berdampingan (bhineka tunggal ika).

1. Sistem kebudayaan yang berlaku di indonesia
a. Sistem kebudayaan daerah
b. Sistem kebudayaan agama
c. Sistem kebudayaan nasional
d. Sistem kebudayaan asing
Ke empat unsur tersebut sekaligus menjadi landasan dan atau corak masalah yang dihadapi oleh masyarakat indonesia majemuk.

2. Integrasi
Integrasi merupakan kekuatan nasional, integrasi akan menjadi salah satu ukuran timbul / tidaknya pemberontakan didaerah. Tidak kekuatan nasional terlalu mendominasi kehidupan politik,sosial,ekonomi, warga suku-suku bangsa / daerah maka akan menimbulkan konfik antara pusat dan daerah (perhatikan masa pemerintahan orde baru yang otoriter).
Fariabel-fariabel yang menjadi pemicu dan penghambat dalam mewujutkan integrasi ialah :
a. Tuntutan penguasaan atas wilayah yang dianggap sebagai miliknya
b. Isu asri tidak asri (pribumi non pribumi)
c. Isu agama
d. Prasangka dan etnossentrisme (paham suku-suku menjadi pusat.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.