Bab 5
PERKEMBANGAN DAN PERENCANAAN

A. Konsep pembangunan
Tentang konsep pembangunan itu dapat di uraikan sebagai berikut:
1. Pembangunan itu bersumber dan bermuara pada masyarakat yang menurutpertumbuhannya berupa masyarakat tradisional, masyarakat tramsisi dan masyarakat modern.
2. Masyarakat yang berkembang adalah masyaraka yang terlibat dan atau melakukan proses perubahan sosial yang benar
3. Pembangunan harus bersifat kontinuitas (berkesinambungan) teratur dan terarah
4. Sebagai bukti adanya proses pembangunan adalah terjadinya perubahan sosial (perubahan struktur sosial ) dan perubahan ekonomi yang di percepat.

B. Hakikat pembangunan
Hakikat pembangunan dapat di rinci sebagai berikut :
1. Pembangunan terjadi pada kemajuan sosial ekonomi
2. Pembangunan mencakup kemampuan kondisi hidup ekonomi dan industri esensial (industri untuk kepentingan orang banyak) sebagai pembuka jalan.
3. Perlu dimulai dari pembangunan ekonomi agar mendorong perubahan dan pembangunan bidang-bidang lain.
4. Pembangunan adalah perubahan atas struktur ekonomi dan struktur sosial
5. Dengan kemampuan positif dalam perubahan sistem produksi dan pemerintahan maupun peningkatan distribusi pendapatan dan pekerjaan.
6. Pengembangan perlu mencangkup pokok - pokok ketentraman, keadilan, dan kemampuan menumbuhkan perasaan diri sendiri.

C. Pembangunan dikaitkan dengan wilayah
Dalam hal ini pembangunan dikaitkan dengan sasarannya yaitu pembangunan fisik dan non fisik. Pembangunan fisik meliputi alam lingkungan dan pembangunan non fisik meliputi sumber daya manusia,pendidikan dan kesehatan.
Data yang berkaitan dengan wilayah bisa bersifat teoritis dan bisa bersifat praktis. Data yang ada berasal dari penelitian terhadap fenomena yang ada di lapangan. Ekologi sebagai ilmu berperan dalam penelitian untuk keperluan perencanaan study kelayakan dan pelaksanaan pembangunan.


D. Pembangunan ditinjau dari Ekologi
Pembangunan yang di galakkan di daerah daerah meliputi dua macam yaitu pembangunan fisik dan pembangunan manusia. Perubahan harus mencakup empat faktor yaitu ; perubahan, tujuan, potensi, dan spiritual.
1. Perubahan
Dimaksudkan bahwa dengan pembangunan terjadi kemajuan dari kondisi yang kurang baik / kurang memuaskan ke kondisi yang lebih baik / memuaskan.
2. Tujuan
Menyangkut kepentingan manusia yang harus di perjuangkan demi kepentingan kesejateraan
3. Potensi
Mengangkut usaha dan daya yang terdapat dalam masyarakat untuk digunakan dalam pembangunan
4. Spiritual
Menyangkup kesiapan mental dalam menghadapi prospek pembangunan hasil – hasil pembangunan dan cara memanfaatkannya.

E. Kriteria Pembangunan
Menurut ”Morris Ginsberg” ada tiga kriteria dalam melihat proses pembangunan maksudnya, bahwa pembangunan itu dapat dijalankan bila :
1. Sudah ada penguasaan manusia atas lingkungan alam sehingga nampak adanya swadaya dari masyarakat.
2. Ada peningkatan tata kerja kooperatif diantara warga masyarakat yang membangun
3. Timbulnya kebebasan hal ini menunjang timbulnya kesadaran manusia untuk membangun
Bagi negara negara yang sedang berkembang (seperti Indonesia) taraf hidup penduduk pada umumnya serba kurang baik di bidang ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Maka kesadaran untuk membangun harus di tingkatkan. Masyarakat dibimbing untuk mampu meningkatkan kualitas SDM-nya untuk bisa memanfaatkan sumber sumber alam secara bertanggung jawab, termasuk dalam hal ini penerapan teknologi tepat guna.

F. Perencanaan
1. Ada perbedaan dan persamaan antara konsep pembangunan dan pengembangan.
Pembangunan yaitu  itu membuat sesuatu yang belum ada menjadi ada
Pengembangan yaitu  meningkatkan sesuatu yang telah ada.
Adapun persamaannya iyalah
a. Tujuannya mensejahterakan masyarakat
b. Dilaksanakan melalui perencanaan
c. Bersekala
1. Sekala nasional : ekonomi
2. Sekala regional : fisik
3. Sekala hakal : ekonomi dan fisik

2. Konsep perencanaan
Secara umum perencanaan adalah pengaturan antara lingkungan alam dan manusia sehingga menciptakan hubungan pola kebuanya yang berakibat pada terciptanya kesejateraan manusia.
Perencanaan meliputi
a. Kupasan data (survey)
b. Kebijakan, yang meliputi
1. Pemilihan rencana yang sesuai dengan pelaksanaannya
2. Kesejateraan dan maksud perencanaan
3. Kriteria alternatif
4. Pemilihan desain
3. Waktu perencanaan
a. Jangka panjang 25 – 30 tahun
b. Jangka menengah 6 - 20 tahun
c. Jangka pendek 1- 5 tahun
4. Pendekatan perencanaan
a. Pendekatan teori sosial
Pendekatan teori sosialberkaitan dengan wilayah formal. Dalam hal ini perlu di perhatikan :
1. Mobilisasi kepada baik SDA maupun SDM yang tercirikan oleh perkembangan sejarahnya.
2. Perencanaan Bottom Up dan ini merupakan perencanaan dengan memadukan asperasi bahwa masyarakat dengan pemerintah.
b. Pendekatan fungsiaoal
Pendekatan ini mencangkup wilayah fungsional dalam hal ini perlu memperhatikan :
1. Lokasi kegiatan ekonomi
Memperhatikan pengaturan secara ruang dari sistem perkotaan baik pusat maupun daerah.
2. Triloka
Meliputi veri – veri – pusat – hiterland
3. Top down adalah cocok sebagai suatu pendekatan fungsional.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.